Gema Tangisan di Balik Pintu Kamar
Gema Tangisan di Balik Pintu Kamar Dulu, SMA Gemilang akan sedikit lebih berwarna saat Anne melangkah di koridornya. Senyumnya, meski tak selalu lebar, memiliki kehangatan yang mampu mencairkan suasana canggung. Ia gadis yang sederhana, namun matanya menyimpan keingintahuan dan kebaikan hati. Ia mungkin bukan pusat perhatian, namun beberapa teman menghargai ketenangannya dan sesekali tawa pelannya akan menghiasi percakapan. Namun, hari demi hari, cahaya itu kian meredup. Bisikan-bisikan tajam para senior bagai duri yang menusuk hatinya, tatapan merendahkan membuat tubuhnya semakin menciut. Anne, yang dulunya suka berbagi buku atau membantu teman yang kesulitan, kini lebih sering menyendiri, bahunya sedikit membungkuk, berusaha tak terlihat. Ia menjadi target empuk bagi para senior yang gemar memanfaatkan dan merundungnya, dan setiap interaksi dengan mereka meninggalkan luka tak terlihat. Di tengah kegelapan yang mengelilingi Anne, Zoya Amara hadir bagai lentera kecil. Dengan keber...