Cerita inspiratif "kegagalan adalah pembelajaran"
Di suatu kota, Ada seorang anak berumur 16 tahun, anak itu bernama Karla. Sedari kecil, Karla mengikuti olahraga beladiri, yaitu pencak silat. Karla sudah mengikuti pencak silat sedari kelas 1 SD.
Saat masih kecil, Karla sangat tidak suka dengan kegiatan ini, tetapi, orang tua Karla selalu memaksa Karla untuk kegiatan ini. Karla pun menjalani kegiatan ini dengan terpaksa. Dengan seiring berjalan nya waktu, Karla pun merasa senang dan suka dengan kegiatan ini. Karla pun mendapatkan banyak teman-teman baru yang sangat baik.
Pada suatu hari, Karla di pasangkan kelompok bersama dengan Evi dan Aca. Mereka menjadi satu regu sedari kelas 4 SD.
Karla, Aca, dan Evi, Selalu mendapatkan juara setiap mengikuti lomba pencak silat. Namun, saat kelas 6 SD, Evi harus di ganti dengan jila, karena umur Evi tidak sama dengan Karla dan Aca. Karla dan Aca pun sangat sedih saat mendengar hal itu, tetapi mereka harus menerima semua itu dengan ikhlas.
Pada hari minggu, Karla, Aca dan jika mengikuti lomba pencak silat, dan itu lomba pertama mereka bersama jila.
Sangat di sayangkan, lomba pertama mereka menghasilkan ke kecewaan dan air mata. Regu mereka tidak mendapat emas pada pertandingan pertama mereka.
Karla, Aca, dan Jila selalu berusaha latihan dengan keras dan rajin agar di pertandingan selanjutnya bisa menghasilkan emas.
Keributan terjadi saat menuju h-7 lomba, Karla dan Aca memberitahu jila gerakan yang benar agar terlihat kompak, tetapi, Jila tidak mau mendengarkan Karla dan Aca.
Pada saat lomba, gerakan Jila tidak kompak dengan Karla dan Aca, karena itulah regu mereka di kurangkan point, dan menjadi kalah. Setelah pertandingan itu, Jila menjadi jarang latihan dan sudah tidak mau ikut pencak silat lagi.
Akhirnya, Karla dan Aca pun kini hanya berdua. Ia tidak tau harus mencari pengganti Jila dimana, karena umur teman-teman mereka semua rata rata lebih tua daripada mereka.
Karla dan Aca pun hanya berdua selama 2 tahun. Pada akhirnya, saat mereka kelas 2 SMP, mereka mendapat pengganti Jila, yaitu Callista.
Akhirnya mereka pun menyamakan gerakan dari awal hingga akhir, mereka pun latihan dengan sangat keras. Tetapi, saat kejuaraan lagi dan lagi hasilnya sangat mengecewakan.
Karla, Aca, dan Callista tidak patah semangat, mereka terus menerus latihan dengan penuh semangat, tetapi, lagi dan lagi saat mereka kejuaraan mendapatkan hasil yang mengecewakan.
Walapun sudah kalah berkali-kali, mereka bertiga tidak patah semangat, mereka terus latihan dan latihan. Mereka mempunyai mimpi menjadi atlet pencak silat pelatda jabar. Maka dari itu, mereka tidak pernah patah semangat.
Seiring berjalannya waktu, mereka bertiga pun mulai bosan dengan mereka yang tidak mempunyai perkembangan, aneh. Mereka berfikir, mereka sudah tidak melanjutkan itu.
Karla yang tadinya mengikuti kategori regu sekarang ia pindah menjadi kategori tunggal dan pindah ke tempat latihan yang lain, setelah Karla pindah club, kini, Aca dan Callista hanya berdua.
Tidak mudah bagi Karla untuk pindah club, cobaan demi cobaa terus mendatangi Karla. Karla selalu di sindir dan di omongin, tidak peduli dengan itu semua. Karla selalu menekunkan tekadnya, tak peduli apapun yang orang omongi tentang nya. Karla akan tetap menjadi diri sendiri tanpa mendengar apa kata orang.
Aca dan Callista kini hanya berdua, sampai tiba waktunya. Aca keluar dari pencak silat, dan kini Aca mengikuti band. Ia ingin meraih cita-cita nya, ia sangat ingin menjadi gitaris, dan inilah kesempatan dia untuk menjadi diri nya sendiri, ia selalu berlatih bermain gitar setiap hari tanpa patah semangat.
Sedangkan Callista, kini ia mengikuti nari. Dulu, ia memang ingin sekali menjadi penari, namun, Callista disuruh kedua orang tua nya untuk mengikuti pencak silat mengikuti jejak sang kakaknya yang sudah meraih juara PON.
Sekarang, kami bertiga berada di cita-cita kami masing-masing. Kami bertiga selalu berdoa, apapun jalannya, Tuhan pasti akan kasih yang terbaik untuk kita.
Mungkin hasil akhirnya kita akan bersama lagi, atau kita akan sukses dalam hobi kita Masing-masing. Ngga ada yang tau tentang itu semua selain Tuhan, Tugas kita di dunia ini hanya untuk beribadah dan berdoa kepada Tuhan.
Kita udah banyak ikut lomba, kita ngelewatin susah, sedih, capeknya latihan bareng-barang. Semua itu berkesan banget buat kita.
Tapi sayangnya "chapter" kita udah selesai, jadi kita cuma bisa berdoa semoga kita semua bisa terus maju & sukses di jalan masing-masing, Aamiin.
Thanks for the happy chapter in my life, guys.
"Di setiap pertemuan akan selalu ada perpisahan, akan selalu ada kata selamat dalam setiap kata "selamat tinggal".
Mungkin memang ini jalan terbaik untuk kita bertiga, kami gagal dalam kategori regu, tapi kami tidak gagal dalam hal yang lainnya. kami akan selalu mengembangkan diri kami agar kami bisa mencapai keberhasilan kami masing-masing dengan jalan yang sempurna.
Jika kamu gagal, jangan pernah ragu untuk mencoba lagi, jika gagal lagi, coba lagi sampai kamu mendapatkannya, jika kamu sudah mendapatkannya, kamu harus mempertahankan nya selamanya. Mempertahankan lebih sulit daripada meraih. Kesuksesan tidak diukur oleh seberapa tinggi kamu naik, tetapi seberapa sering kamu jatuh dan bangkit kembali.
Jangan pernah menganggap diri kita rendah, kita semua mempunyai bakat dan kapasitas otak masing-masing, bakat setiap orang berbeda-beda, begitupun dengan kepintaran manusia yang berbeda-beda. Jangan pernah takut untuk mencoba hal baru, kamu tidak akan pernah berhasil jika kamu tidak mencoba, karena kita tidak tahu rencana Tuhan yang baik untuk kita itu dimana. Teruslah mencoba hal baru dan mencari tahu lebih luas tentang semua yang ada di dunia. Mending ngeluh cape buat mencoba, daripada menyesal gapernah mencoba sama sekali. Jangan pernah menyerah jika sudah mencoba hal yang baru, kamu belum berhasil bukan berarti kamu gagal, tetapi kamu belum menikmati prosesnya, kamu harus berhasil menikmati proses lalu menikmati hasilnya. Manusia tidak akan pernah puas dengan pencapaiannya sendiri, apapun hasilnya, kita harus tetap bersyukur kepada Tuhan.
Kegagalan itu bukan akhir, tapi langkah awal buat belajar dan jadi lebih baik. setiap orang pernah gagal, tapi yang penting adalah gimana cara bangkit dan coba lagi. jadikan kegagalan sebagai pelajaran, bukan alasan untuk berhenti.
Kalau kamu berani bermimpi setinggi langit, maka kejarlah mimpi itu dengan penuh kekuatan, semangat, tanpa melihat sakitnya duri yang menusuk di kakimu. Mimpi itu tidak datang sendiri, jadi berusahalah untuk meraih mimpi itu.
Sekali nyebur harus basah
Sekali berjuang harus tuntas.
Comments
Post a Comment